Karena Bakat adalah Amanah

Alhamdulillah, ini kali keempatnya tawaran itu datang, tapi sama seperti sebelumnya, klise, ‘ga ada waktu’

Hari ini adalah keempat kalinya tawaran untuk menjadi jurnalis datang dari sebuah media online. Tak seperti kebanyakan orang yang harus mendaftar dan mengikuti prosedur lainnya, tapi ini “ditawarkan”. Agaknya mereka terkena pencitraanku yang mungkin terlalu bagus di socmed twitter.

Tapi kali ini terasa berbeda, karena pada akhirnya aku menyadari satu hal, bakat. “Kalo punya bakat, tapi ga dimanfaatin buat umat, nanti di akhirat pertanggungjawabannya gimana?”, ungkapan teman di suatu waktu.

Yah, mungkin selama ini kita diajarkan untuk membanggakan sebuah bakat yang kita punya. Membuat kita lupa, bahwa sejatinya bakat adalah amanah yang kelak harus dipertanggungjawabkan. Allah tak pernah salah menciptakan, tapi kita lah mau atau tidak untuk memanfaatkan.